Scalable Vector Graphics
| Ekstensi berkas | .svg, .svgz |
|---|---|
| Jenis MIME | image/svg+xml[1] |
| Dikembangkan oleh | World Wide Web Consortium |
| Rilis pertama | 4 September 2001 |
| Rilis terbaru | 1.2T / 10 Agustus, 2006 |
| Jenis format | format gambar vektor |
| Pengembangan dari | XML |
| Situs web | w3.org/Graphics/SVG/ |
SVG adalah singkatan dari Scalable Vector Graphics dan merupakan format file baru untuk menampilkan grafik dalam pengembangan web yang berbasis XML (eXtensible Markup Language).[2]
Daftar isi
Pendahuluan[sunting | sunting sumber]
SVG telah direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium (W3C) untuk menampilkan grafik serta mendeskripsikan gambar 2 dimensi dalam pengembangan web yang berbasis XML.[3] SVG memperbolehkan tiga tipe dari obyek grafis, yaitu bentuk vektor grafis (misalkan jalur yang terdiri dari garis lurus dan kurva), gambar dan teks. Hasil dari SVG dapat juga interaktif dan dinamis. Animasi dapat didefinisikan dan ditimbulkan secara menempelkan elemen animasi SVG pada isi SVG) atau dengan menggunakan skripting. SVG dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai macam variasi dari obyek grafis, dan juga menyediakan bentuk dasar umum seperti bujur sangkar dan elips. SVG memberikan pengendalian kualitas melalui sistem koordinat dari obyek grafis yang telah didefinisikan dan transformasi yang akan digunakan selama proses render.[4]
Penyimpanan berkas (file) SVG dilakukan dengan cara memberi nama ekstensinya dengan “.svg” (memakai huruf kecil semua), dan untuk menyimpan file SVG yang terkompresi memakai ekstensi “.svgz” (semua memakai huruf kecil).[3]
Keuntungan Penggunaan SVG[sunting | sunting sumber]
Keuntungan penggunaan SVG dibanding format gambar yang lain[5] :
- File sumber SVG dapat dibaca dan modifikasi dengan menggunakan hampir semua tool/text (misalnya notepad).
- File sumber SVG berukuran lebih kecil dan dapat dikompresi dibanding dengan format gambar JPEG dan GIF.
- Gambar dalam format SVG bersifat scalable/diresizing.
- Gambar dalam format SVG dapat dicetak dengan kualitas yang tinggi dan sama baiknya pada berbagai resolusi.
- Gambar dalam format SVG bersifat zoomable. Setiap bagian dari gambar dapat di zoom tanpa degradasi mutu.
- Text dalam SVG “selectable” dan “searchable” (sangat berguna dalam peta).
- SVG dapat bekerja dengan Teknologi Java.
- SVG merupakan “open standard”.
- SVG merupakan murni XML.
Perangkat Pendukung[sunting | sunting sumber]
Bekerja sama dengan W3C, Adobe menjadi pendukung utama pengembangan SVG. Perusahaan ini membuat perangkat (tool) yang menggenerasikan gambar langsung ke kode SVG, yaitu ADOBE Illustrator, selain itu ada juga Adobe GoLive untuk mengedit kode SVG. Sementara itu, COREL juga memproduksi software pendukung SVG.[2]
Contoh File SVG[sunting | sunting sumber]
“Hello World” dalam SVG memiliki kode seperti di bawah ini :[2]
<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?> <!DOCTYPE svg PUBLIC "-//W3C//DTD svg 20000303 Stylable//EN" "http://www.w3.org/TR/2000/03/WD-SVG-20000303/DTD/svg-20000303 stylable.dtd"> <svg width="100px" height="50px"> <text style="fill:red" x ="10" y="20">Hello World !</text> </svg>
Setelah disimpan dalam format .svg, file tersebut dapat dibuka oleh browser.
Referensi[sunting | sunting sumber]
- ^ M Media Type registration for image/svg+xml
- ^ a b c Mohammad Athar Januar, Pengantar Scalable Vector Graphics (SVG) (2008). ilmukomputer.org
- ^ a b Yudha Widiatmoko, Fathul Wahid (2006), APLIKASI WEB DATA SPASIAL KEPENDUDUKAN INDONESIA DENGAN SCALABLE VECTOR GRAPHICS (SVG), Media Informatika. ISSN: 0854-4743
- ^ Beny Yulkurniawan Victorio Nasution (2005) PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM KONVERSI DATA GEOGRAFIS PADA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN ABUPATEN KUTAI BARAT BERBASIS XML DAN JAVA Diakses pada 08 Mei 2010.
- ^ ilmu-komputer.net Pengantar SVG Diakses pada 08 Mei 2010.
Pranala luar[sunting | sunting sumber]
- (Inggris) SVG di situs W3C
- (Inggris) SVG.org
- (Inggris) SVGX
- (Inggris) SVGBasics
|
|||||||||||||||||||||||||||||||

